SUARA WARGA: DARI KETANGUHAN BENCANA HINGGA SASTRA PROGRESIF

Bandung, 13/02/2026. Program Siaran DILANS Voices – Inclusion on Air kembali menghadirkan rangkaian dialog rutin membahas isu-isu strategis mulai dari kesiapsiagaan bencana, konservasi lingkungan, literasi keuangan digital, hingga refleksi sastra sosial.

Episode-3 yang berlangsung dalam tiga sesi tematik, menghadirkan narasumber dari lembaga publik, regulator keuangan, serta kalangan sastrawan.

(1). Dailly Briefing: Kesiapsiagaan Pengurangan Risiko Bencana Kota Bandung, bersama Noergandhi Kusuma Wijaya dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, dan Dadang Sudrajat, Ketau Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Nahdatul Ulama Jawa Barat. Sesi pembuka ini membahas kesiapan Kota Bandung dalam menghadapi risiko bencana seperti banjir, longsor, gempa bumi, serta dampak perubahan iklim. Diskusi ini menyoroti sistem peringatan dini, kesiapsiagaan berbasis komunitas, serta pentingnya pendekatan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang inklusif bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.

(2). Literasi Keuangan Disabilitas bertajuk “Praktek Pinjaman Online: Apa yang Harus Diketahui” bersama Nova dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat.  Sesi ini membahas fenomena pinjamanemakin meluas menjadi perhatian serius dalam literasi keuangan publik. Dalam sesi ini, OJK Jawa Barat  membahas perbedaan pinjol legal dan ilegal, perlindungan konsumen, serta langkah-langkah preventif agar masyarakat terhindar dari praktik pinjaman digital yang merugikan, diantaranya dengan terbitnya peraturan fokus pada perlindungan konsumen dan pengawasan aset digital.

(3). Progressive Insights membahas “Artikulasi Realisme Sosial dengan Prosa Lirik”, bersama bersama Lianda Lubis dari Kontenplasi.id, dan Bilven Sandalista dari ULTIMUS. Dialog sastra ini membahas bagaimana realisme sosial dapat diartikulasikan melalui prosa lirik. Sastra dapat berperan sebagai medium refleksi sosial, kritik kultural, dan ekspresi estetika yang berpihak pada suara-suara marjinal. Berbagai contoh kongkrit prosa lirik disajikan dari apa yang dirasakan, dilihat dan dibaca dari keseharian.

Kita perkuat dan kawal terus ruang diskursus publik yang edukatif, inklusif, dan partisipatif.

#indonesiainklusif #ecosocrights #NoOneLeftBehind #NothingAboutUsWithoutUs #puisilirik